UniPin Ladies Series SEA Championship Dibuka, Hadirkan Tim-Tim Perempuan Terbaik Se-Asia Tenggara – Fintechnesia.com

Uncategorized54 Dilihat

FinTechnesia.com | Turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) khusus perempuan, UniPin Ladies Series Southeast Asia (SEA) Championship (USC), akan dimulai pada Senin (27/11). Pada turnamen hing 3 Desember ini, 10 tim dari 5 negara di Asia Tenggara akan bertanding memperebutkan total prizepool sebesar US$ 2.000.

USC SEA Championship ini akan digelar secara online dan dapat disaksikan langsung oleh para penggemar melalui kanal YouTube UniPin Gaming. Sebelum berlangsungnya USC, pada 10-12 November telah diadakan babak tambahan bagi empat Tim ULS masing-masing region yaitu Burmese Ghouls Reines asal Myanmar, MV Roses asal Malaysia, GPX Basreng asal Indonesia dan MHRLK G-Unit asal Filipina untuk mendapatkan slot terakhir di USC. P

Pada akhirnya, GPX Basreng dan MHRLK G-Unit mengamankan slot menuju USC melawan delapan tim lain.

Masih menggunakan sistem global ban pick, USC 2023 kembali menjadi terobosan di skena esports yang masih belum berani mengadopsi sistem di mana hero yang telah digunakan di dalam game sebelumnya tidak dapat digunakan lagi di game berikutnya hingga keseluruhan match berakhir.

Baca juga: Bigetron Era Menjuarai UniPin Ladies Series ID Season 3

Turnamen ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan gamer perempuan yang
pesat di seluruh dunia, khususnya di Asia Tenggara. Laporan berjudul Play like a girl: Keyways to engage one of Asia’s fastest growing gaming audiences menyebutkan, pertumbuhan jumlah gamer perempuan mencapai angka 40-45%, lebih tinggi daripada pertumbuhan jumlah gamer laki-laki.

Melihat hal tersebut, UniPin Community (UNITY) berinisiatif untuk memperluas partisipasi perempuan dalam esports melalui wadah kompetisi yang diatur secara profesional dan lebih kompetitif.

Di negara-negara lain, hampir tidak ada komunitas yang menuntun dan mengembangkan perempuan di ranah esports. Dengan kehadiran UniPin yang juga ada di lebih dari 30 negara di dunia, kami ingin mengembangkan ekosistem ini di negara-negara lain juga, dan memberi kesempatan pada gamer perempuan untuk dapat berkompetisi,” ujar Debora Imanuella, SVP UniPin Community, Kamis (23/11).

Baca Juga  Kontribusi Bank dalam Mendorong Transisi Rendah Karbon - Fintechnesia.com

UniPin mendukung penuh para gamer perempuan, terutama komunitas-komunitas yang belum pernah masuk di ranah profesional. Kevin Oktra, Project Manager UniPin Ladies Series SEA Championship menyebutkan UniPin akan selalu hadir dan mengadakan turnamen-turnamen lokal di berbagai daerah dan negara untuk terus mengembangkan industri gaming dan esports.

“Kami telah melakukan banyak riset dan analisis mengenai pertumbuhan esports dan gamer perempuan. Salah satu data yang saya temukan bersumber dari Niko Partners menyebutkan 40-45% populasi gamer di Asia adalah perempuan,” papar Kevin.

Namun, sayangnya, masih belum ada yang berkomitmen penuh mengembangkan para gamer perempuan ini. UniPin ingin mendukung talenta-talenta yang mereka miliki dengan selalu hadir dan memfasilitasi perkembangan dan semangat kompetisi mereka. (kai)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *